
Permasalahan mengenai stunting masih menjadi tantangan serius bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kondisi ini mendorong penelitian berjudul “Menelisik Kolaborasi dalam Penanggulangan Stunting di Jawa Barat (Studi Kasus di Kabupaten Bandung Barat)” pada tahun 2025. Keunikan riset ini terletak pada kolaborasi aspek medis dan sosial-bisnis. Penelitian dilakukan oleh Dr. drg. Marion Siagian, M.Epid. dari Fakultas Kedokteran,bersama Sanerya Hendrawan, Ph.D., Dr. Orpha Jane, dan Shinta Mustikarini, SE, M. SI dari Program Studi Administrasi Bisnis. Kolaborasi juga melibatkan mahasiswa Administrasi Bisnis, Maria Dionisia Dhari.
Menurut penelitian, ditemukan angka prevalensi stunting di Jawa Barat tahun 2024 sebesar 30,8%, yang meningkat signifikan sebesar 5,7% dari tahun sebelumnya. Permasalahan ini tidak hanya dapat dilihat dari sisi kedokteran, melainkan juga dari sisi administrasi bisnis karena berkaitan erat dengan strategy management dan supply chain (rantai pasok) pemenuhan gizi dan yang diterapkan di lapangan.
Bertujuan untuk mendalami permasalahan stunting, penelitian ini difokuskan pada Kabupaten Bandung Barat melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat sebagai objek penelitian. Lebih lanjut, ditemukan bahwa model kolaborasi quadruple helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat pada saat ini masih belum efektif dalam pencegahan stunting. Beberapa hambatan utama yang diidentifikasi antara lain keterbatasan sumber daya, kurangnya koordinasi antar sektor, rendahnya partisipasi masyarakat, serta data yang belum terintegrasi.
Sebagai rekomendasi penanggulangan stunting, penelitian ini merekomendasikan penguatan model kolaborasi melalui pendekatan pentahelix, dengan menambahkan peran media dalam mendukung penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan kejelasan peran dan peningkatan sinergi antar pihak agar upaya penanggulangan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Kelancaran penelitian ini didukung oleh pendanaan dari LPPM UNPAR. Ke depannya, penelitian akan dilanjutkan sekaligus dikembangkan dengan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun 2026, dengan lokasi penelitian yang berbeda, yaitu di Kabupaten Sumedang. Diharapkan, rangkaian penelitian ini dapat memberikan pemahaman serta solusi aplikatif bagi masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting di berbagai daerah, terutama di Bandung.

