
Pengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang krusial dilakukan oleh setiap organisasi demi keberhasilan dan kelancaran operasional, baik itu bagi organisasi profit maupun non profit. Menurut data yang telah dikumpulkan, SOS Children’s Villages sebagai salah satu organisasi sosial nirlaba non-pemerintah yang aktif dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan anak-anak yang telah atau berisiko kehilangan pengasuhan orang tua kebutuhan utama mereka, juga diketahui mengalami tantangan dalam pengelolaan SDM dalam organisasi.
Kondisi tersebut mendorong tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNPAR untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Penguatan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di SOS Children’s Village Indonesia”. Program pengabdian dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. M. Banowati, Wendy C. Suganda, M.A.B., Ph.D., dan Dr. Daniel Karim, MM. dari Program Studi Administrasi Bisnis, bersama Damajanti Tanumihardja, M.Ak., MMW. dari Program Studi Akuntansi. Program ini menjadi bentuk kolaborasi lintas bidang kajian dalam mendukung pengembangan sistem organisasi yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Pada wawancara awal, ditemukan bahwa tantangan MSDM dalam SOS Children’s Villages terjadi karena masa transisi dari budaya organisasi yang tradisional menjadi budaya yang lebih terstruktur. Tantangan juga ditemukan disebabkan oleh organisasi yang berada di bawah jaringan SOS International sehingga diperlukan penyesuaian antara standar internasional dengan karakteristik budaya kerja lokal serta peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategi dalam meningkatkan efisiensi organisasi, tim dosen UNPAR membantu menganalisis peraturan perusahaan, analisis jabatan, hingga review organisasi dan SOP MSDM yang diterapkan saat itu. Semua upaya dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata pengelolaan SDM di lapangan demi mencapai strategi tepat yang dapat membenahi pengelolaan SDM yang lebih mumpuni.
Metode pengumpulan data dalam keperluan pengabdian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak pemangku kepentingan dari SOS Children’s Villages Semarang, Lembang, dan National Office (Bandung). Dari penemuan yang didapatkan, diberikan rekomendasi penamaan jabatan yang konsisten dengan fungsi pekerjaan serta penataan ulang uraian jabatan agar lebih sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan dan beban kerja aktual setiap posisi. Selain itu, tim juga membantu standarisasi proses MSDM untuk semua desa SOS mengenai proses izin, cuti, dan penilaian kinerja bagi pihak SOS Children’s Village.
Program pengabdian yang didukung pendanaannya oleh LPPM UNPAR dengan skema pengabdian mitra ini mendapatkan sambutan positif dari pihak SOS Children’s Village Indonesia. Pihak organisasi menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan pendampingan yang diberikan, serta berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak yang mereka bina.

