
Perkembangan globalisasi yang semakin berkembang pesat, memasukkan berbagai budaya luar negeri ke dalam Indonesia. Salah satu fenomena yang paling menonjol adalah fenomena “Korean Wave” yang merupakan tersebarnya budaya Korea Selatan, mencakup musik, drama, film, hingga fashion. Selain “Korean Wave”, kebudayaan Thailand juga tidak kalah pesat berkembang di Indonesia. Ini semua terlihat dari popularitas lagu genre K-Pop seperti dari BTS dan Blackpink, serta drama asal Thailand yang diminati masyarakat Indonesia.
Fenomena ini mendorong lahirnya berbagai kajian mengenai daya saing industri kreatif atau entertainment di berbagai negara, termasuk Indonesia. Fenomena tersebut menjadi fokus dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Orpha Jane, dosen Program Studi Administrasi Bisnis UNPAR, bersama dengan mahasiswa Magister Administrasi Bisnis UNPAR, Angelique Ivy Vrisyanie.
Berangkat dari ketertarikan untuk mendalami lebih dalam tentang Korean Wave dan keberhasilan industri entertainment Korea Selatan, disusun penelitian berjudul “Analisis Keunggulan Kompetitif Industri Entertainment Indonesia dalam Perspektif Porter’s Diamond: Perbandingan dengan Thailand dan Korea Selatan”. Penelitian bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategi guna pengembangan industri entertainment di Indonesia, agar dapat bersaing secara global, terutama dengan industri entertainment Korea Selatan dan Thailand.
Metode pengumpulan data untuk keperluan penelitian dilakukan secara kualitatif, melalui studi literatur dan survei di tingkat nasional untuk memperoleh gambaran kondisi nyata industri entertainment Indonesia. Penelitian juga dilakukan menggunakan pendekatan Porter’s Diamond untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat perkembangan industri entertainment nasional agar mampu bersaing secara global.
Keberlangsungan penelitian ini, mulai dari tahap riset hingga pelaksanaan, didukung oleh pendanaan dari LPPM UNPAR melalui skema tesis magister. Menurut Dr. Orpha Jane, pemilihan topik yang relevan dengan bidang kajian dan kondisi Indonesia, menjadi salah satu faktor penting dalam mendapatkan pendanaan. Selain itu, faktor administratif yang meliputi kelengkapan administratif hingga kesesuaian format dokumen proposal dengan panduan juga krusial dalam mempengaruhi keputusan pemberian dana LPPM.
Selain diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang mendukung kemajuan industri entertainment Indonesia di kancah internasional, hasil kajian ini, juga diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam bidang manajemen strategi, serta mendukung pengembangan materi pembelajaran bagi mahasiswa UNPAR terkait strategi daya saing industri kreatif dan entertainment di tingkat global.

