Penguatan Potensi dan Ekosistem Wisata Desa Kasomalang melalui Konsistensi Komunikasi Media Sosial dan Komunikasi dengan Wisatawan

Desa Kasomalang di Kabupaten Subang memiliki kekayaan potensi wisata yang beragam, mulai dari nilai sejarah gedung peninggalan kolonial, pemandian Cimeton, hingga wisata religi melalui keberadaan pesantren yang rutin mendatangkan pengunjung. Melihat potensi besar tersebut, tim dosen yang diketuai oleh Fransiska Anita Subari, S.S., M.M., bersama Daniel Hermawan, S.AB., M.Si., MBA., Roni Tua, S.IP., M.T., dan Riarni Adina Ardanareswari, S.E., M.Si., melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan komunikasi bisnis bagi para pelaku usaha setempat.

Program yang didanai melalui skema pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mempersiapkan ekosistem pendukung pariwisata yang profesional. Fokus utamanya adalah mengatasi tantangan kepercayaan diri warga dalam berkomunikasi secara publik. Meski secara pemahaman teknis warga dinilai sangat baik, tim pendamping mengidentifikasi perlunya simulasi berkelanjutan agar warga lebih berani dalam menjelaskan objek wisata maupun melayani wisatawan secara langsung. Kehadiran tim dosen disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga yang menyadari bahwa penguatan kompetensi ini adalah kunci untuk memajukan desa mereka.

Hingga saat ini, serangkaian kegiatan strategis telah sukses dilaksanakan. Tim telah memberikan pelatihan persiapan homestay, yang mencakup wawasan fasilitas standar hingga etika pelayanan tamu. Selain itu, mengingat potensi sejarah desa yang menarik minat wisatawan mancanegara, pelatihan tour guide berbahasa Inggris juga telah dilakukan. Para warga yang sebenarnya telah memiliki dasar bahasa Inggris didorong untuk lebih aktif mempraktikkannya dalam konteks pemanduan wisata.

Langkah selanjutnya akan dilaksanakan pada 15 Mei mendatang, di mana tim dosen akan memberikan pelatihan khusus mengenai promosi media sosial. Fokusnya adalah membantu warga membangun identitas digital pariwisata yang mandiri, mengingat selama ini informasi wisata masih tergabung dalam akun umum milik desa. Melalui pelatihan ini, diharapkan Desa Kasomalang memiliki kanal promosi yang lebih fokus dan profesional dalam menjangkau calon wisatawan.Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim peneliti tengah menyusun berbagai luaran strategis, mulai dari video dokumentasi, poster ilmiah, hingga artikel jurnal. Selain itu, akan disusun pula modul panduan berbahasa Inggris yang spesifik membahas objek wisata setempat serta daftar periksa (checklist) standar operasional untuk pengelolaan homestay. Dengan pendampingan intensif ini, tim dosen berharap para pelaku usaha di Desa Kasomalang dapat tumbuh menjadi tuan rumah yang komunikatif, profesional, dan siap menyambut wisatawan lokal maupun global.